Manusia sangat membutuhkan adanya
seorang Rosul, karena secara fitrah, manusia selalu ingin tahu keberadaan sang
pencipta, selalu menginginkan untuk dapat mengabdi secara benar kepada sang
pencipta (Alloh SWT), dan selalu menginginkan kehidupan yang teratur.
Untuk bisa mengetahui secara benar
tentang keberadaan Alloh, bagaimana cara melakukan pengabdian kepada-Nya, dan
bagaimana bisa memahami aturan main hidup yang dibuat oleh Alloh SWT sebagai
pencipta yang akan menjadikan kehidupan manusia menjadi teratur, semuanya itu
hanya bisa diperoleh melalui penjelasan atau petunjuk dari seorang Rosul. Maka
keberadaan seorang Rosul menjadi sangat dibutuhkan oleh manusia.
Ma’rifatul Rosul ini membincangkan
bagaimana mengenal Rosul, apa saja yang perlu dikenal dari Rosul
dan bagaimana pula kita mengamalkan Islam melalui petunjuk Rosul. Yang penting
dari paket ini adalah kita mengetahui, memahami, dan dapat mengamalkan
Sunnah Nabi dan menjalankan Ibadah dengan baik.
Mengenal Rosul tidak saja dalam
bentuk fisikal atau penampilannya tetapi segala aspek syari berupa sunnah yang
didedahkan Nabi kepada kita sama ada tingkah laku, perkataan ataupun sikap.
Pengenalan kepada Rosul dapat dilihat melalui syirah nabi yang menggambarkan
kehidupan Nabi serta latar belakangnya seperti nasab. Kemudian melalui sunnah
dan dakwah Nabi pun dapat memberikan penjelasan siapa Nabi sebenarnya.
Dengan mengenal Rosul diharapkan kita
dapat mencintai Rosul dan mengikutinya, perkara ini sebagai cara bagaimana kita
taat dan mencintai Alloh SWT. Oleh karena itu mengenal Rosul tidak saja dari
segi jasad, nasab, dan latar belakangnya, tetapi bagaimana beliau beribadah dan
beramal soleh. Setengah masyarakat mengetahui dan mengamalkan sunnah Nabi dari
segi ibadah saja bahkan dari segi penampilan saja. Sangat jarang muslim yang
mengambil contoh kehidupan Nabi secara keseluruhannya sebagai contoh, misalnya
peranan Nabi dari segi politik, pemimpin, penjaga, dan juga Nabi sebagai suami,
ayah, dan ahli di masyarakat. Semua Peranan Nabi ini perlu dicontoh dan diikuti
sehingga kita dapat mengamalkan Islam secara sempurna dan menyeluruh. Walaupun
demikian, umat Islam masih menjadikan Nabi sebagai Rosul adalah dari segi lafaz
atau kebiasaan umat Islam bersalawat ke atas Nabi. Bagaimana pun umat lslam
yang sholat akan selalu bersalawat ke atas Nabi dan selalu menyebutnya.
Pengenalan kepada Rosul juga
pengenalan kepada Alloh dan Islam. Memahami Rosul secara komprehensif adalah
cara yang tepat dalam mengenal Islam yang juga komprehensif Rosul dikenal
sebagai pribadi teladan dan unggul dan lelaki terpilih di antara manusia yang
sangat layak dijadikan model bagi setiap muslim. Berarti Nabi adalah ikutan
bagi setiap tingkah laku, perkataan, dan sikap yang disunnahkannya.
Setiap manusia diciptakan oleh Alloh
SWT dengan fitrah, di mana manusia bersih, suci, dan mempunyai kecenderungan
yang baik dan ke arah positif yaitu ke arah lslam. Fitrah manusia di antaranya
adalah mengakui kewujudan Alloh sebagai pencipta, keinginan untuk beribadah,
dan menghendaki kehidupan yang teratur. Fitrah demikian perlu diaplikasikan ke
dalam kehidupan sehari-hari melalui petunjuk Al Quran (Firman-firman dan
panduan dari Alloh SWT) dan panduan Sunnah (Sabda Nabi dan perbuatannya). Semua
panduaan ini memerlukan petunjuk dan Rosul khususnya dalam mengenal pencipta
dan sebagai panduan kehidupan manusia. Dengan cara mengikuti panduan Rosul kita
akan mendapati ibadah yang sohih.
Pentingnya
Iman Kepada Rosul
Iman kepada para Rosul adalah salah
satu rukun iman. Seseorang tidak dianggap muslim dan mukmin kecuali ia beriman
bahwa Alloh mengutus para Rosul yang menginterprestasikan hakikat yang
sebenarnya dari agama islam yaitu Tauhidullah. Juga tidak dianggap beriman atau
muslim kecuali kepada seluruh Rosul dan tidak membedakan antara satu dengan yang
lainnya.
Tugas
Para Rosul
Tugas-tugas Rosul Alloh SWT:
Rosul diutus oleh Alloh SWT dengan
mengemban tugas-tugas yang sangat mulia. Adapun tugas-tugas Rosul adalah
sebagai berikut.
1.
Rosul membimbing umatnya menuju jalan
yang benar agar mendapat kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
2.
Semua Rosul menyampaikan ajaran
tauhid, yakni mengesakan Alloh SWT. Adapun peraturan agama (syariat) yang
dibawa mereka berbeda-beda sesuai dengan situasi dan kondisi umatnya saat itu.
3.
Kehadiran Rosul untuk membawa
kebenaran, kabar gembira, dan memberi peringatan kepada umatnya agar mereka
menjadi umat yang beriman kepada Alloh SWT. Dengan demikian, mereka akan hidup
bahagia baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Firman Alloh SWT:
Artinya:
“Para Rosul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar
gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan,
maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (Q.S.
Al-An'am: 48)
Sifat
Rosul
Berikut adalah sifat Rosul:
1.
Jujur
Hadits Rosululloh: “Sesungguhnya kejujuran itu
akan mengantarkan kepada kebajikan dan sesungguhnya kebijakan itu akan
mengantarkan ke surga. Dan seseorang senatiasa berkata benar dan jujur hingga
tercatat di sisi Alloh sebagai orang yang benar dan jujur. Dan sesungguhnya
dusta membawa kepada kejahatan, yang akhirnya akan mengantarkan ke dalam
neraka. Dan seseorang senantiasa berdusta hingga dicatat di sisi Alloh sebagai
pendusta.” (H.R. Bukhori—Muslim);
2.
Siddiq, artinya benar, mustahil
bersifat kizib, arinya bohong atau dusta;
3.
Amanah, artinya dapat dipercaya;
4.
Tabligh, artinya menyampaikan;
5.
Fathanah, artinya cerdas;
6.
Dermawan, “Tidaklah seorang
hamba berada pada suatu pagi kecuali dua malaikat turun
menemaninya. Satu malaikat berkata: Ya Alloh berilah kanuniaMu,
sebagai ganti apa yang ia infakkan. Malaikat lainnya berkata: Ya Alloh, berilah
ia kebinasaan karena telah mempertahankan hartanya yang tidak dinafkahkannya.“
(H.R. Muttafaq’alaih);
7.
Malu.
Jumlah
Nabi dan Rosul
Berdasarkan hadits yang shohih,
jumlah Nabi adalah 124 ribu, sedangkan jumlah Rosul adalah 315 orang.
Syaikh al-Albany menjelaskan bahwa hadits yang menunjukkan jumlah Rosul
tersebut shahih li dzaatihi (tanpa penguat dari jalur lain),
sedangkan hadits yang menunjukkan jumlah Nabi adalah shohih li ghoirihi (masing-masing
jalur memiliki kelemahan, namun jika dipadukan menjadi shahih).
Hadits tentang jumlah Rosul:
Adam adalah Nabi yang diajak bicara. Antara ia dengan Nuh
terdapat 10 abad. Jumlah Rasul adalah 315 orang (H.R Abu Ja’far ar-Rozzaaz dan
selainnya, dishahihkan Syaikh al-Albany dalam Silsilah al-Ahaadiits
as-Shohiihah).
Yang wajib diimani oleh umat Muslim ada 25 orang Nabi,
yang mereka di antaranya:
1.
Adam
14. Musa
2. Idris
15. Harun
3.
Nuh
16.
Zulkifli
4.
Hud
17. Daud
5.
Shalih
18. Sulaiman
6.
Ibrahim
19. Ilyas
7.
Luth
20. Ilyasa
8.
Ismail
21. Yusuf
9.
Ishaq
22.
Zakaria
10.Ya'kub
23. Yahya
11.Yusuf
24. Isa
12.Ayyub
25.
Muhammad SAW
13.Syu'aib
Di dalam Al Quran, juga disebutkan
beberapa identitas lainnya, namun tidak ada dasar/petunjuk sehingga mereka
dapat dikatakan sebagai nabi. Begitu pula sekali pun Al Quran menyebutkan
istilah "nabi-nabi" atau "para nabi", namun tidak
disebutkan jelas identitas orang yang dimaksud.
Di antara sejumlah Nabi dan Rosul ada
lima orang yang dikenal memilliki kesabaran dan ketabahan yang luar biasa dalam
menghadapi penderitaan dan gangguan untuk menjalankan tugasnya. Kelimanya
disebut sebagai Rosul ulul azmi.
Nama Nama Rosul Alloh mendapat julukan Ulul Azmi:
1.
Nuh a.s.,
2.
Ibrahim a.s.,
3.
Musa a.s.,
4.
Isa a.s.,
5.
Muhammad saw.
Keteladanan
Sifat Rosululloh
Banyak sekali keteladan yang ada pada
diri Rosululloh yang dapat kita teladani dalam kehidupan sehari hari. Di
antaranya iman dan takwanya yang kuat dalam kondisi apa pun para Rosul tetap
teguh dan tabah dalam menjalankan ajaran-ajaran Alloh, akhlaknya yang mulia,
terpuji selalu menjaga diri dari perbuatan maksiat dan dosa. Sebagai serorang
muslim sudah sepantasnya kita meneladani sifat-sifat Rosululloh karena semua
yang diajarkan Rosululloh mengandung kemaslahatan bagi kita semua baik di dunia
maupun di akhirat.
Kewajiban
kita kepada Rosululloh
1)
Membenarkan apa yang disampaikannya
Apa yang beliau katakan bukanlah hawa nafsunya, melainkan wahyu Alloh. Maka
seorang muslim wajib membenarkan apa yang beliau sampaikan itu.
2)
Mentaati perintahnya, apa yang
diperintahkan Alloh dan Rosul-Nya dilaksanakan semaksimal kemampuan kita.
3)
Menjauhi apa yang dilarangnya.
4)
Tidak beribadah kecuali dengan apa
yang disyariatkannya .
5)
Mengimaninya. Beriman kepada Alloh
berarti harus beriman kepada Rosul.
6)
Mencintainya. Lebih mencintai Alloh
dan Rosul-Nya disbanding cinta kepada yang lain bahkan kepada dirinya sendiri
adalah tanda kesempurnaan iman.
7)
Mengagungkannya. Sudah semestinya
beliau diagungkan karena kemuliaannya. Namun pengagungan ini tidak boleh sampai
mengkultuskannya.
8)
Menolong dan membelanya.
9)
Mencintai para pecintanya.
10) Menghidupkan sunnahnya. Baik dalam ibadah umum maupun
khusus yang diajarkan beliau, hendaknya dihidupkan dan dibudayakan agar hidup
kita diberkahi Alloh.
11) Memperbanyak shalawat kepadanya. Tanda cinta dan bangga
kepada Rosululloh antara lain dibuktikan dengan memperbanyak shalawat atas
beliau. Bahkan ketika kita mendengar nama beliau disebut kita mestimenyahutnya
dengan bacaan shalawat.
12) Mengikuti manhajnya. Ajaran beliau adalah bagian
dari sistem Islam untuk mengatur segala aspek kehidupan.
13) Mewarisi risalahnya. Mewarisi risalahnyaadalah dengan
menjaga, membela, dan memperjuangkan risalah beliau.
Kajian Kamis Sore
Pemateri : Ustadz
Miftahul Huda
Tanggal :
Kamis, 27 Mei 2017
Jam : 15.30 WIB
Tempat :
Masjid Mamba'ul Ulum Untidar
0 comments: