Mainkan saja
peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika skripsi
atau tesismu terbengkalai tersebab kamu mengurus amanah Allah yang akan menjadi
bintang. Mainkan saja peranmu dan Allah akan tunjukkan jalan keluar yang spesial
untukmu.
Mainkan saja
peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ijazah S1
sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu,
dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi
jalan surga bagi masa depan. Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang berguna
dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang
penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.
Mainkan saja
peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan
lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak
karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah
akan membersamai kalian kembali.
Mainkan saja
peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika nyatanya
kondisi memaksamu untukk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas
pergimu dengan tangis. Mainkan saja peranmu, ya mainkan saja, sambil memikirkan
cara agar waktu bersamanya tetap
berkualitas.
Mainkan saja
peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu
lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Maikan saja
peranmu, bukankah semata-mata mencari ridho Allah? Lelah yang Lillah, berujung
maghfirah.
Mainkan saja
peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan
jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah
Allah lebih tahu mana yang terbaik untukmu? Tetap berjalan bersama ridha-Nya
dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.
Mainkan saja
peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul
iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahan, langsung Allah
beri anugrah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut.
Mainkan saja peranmu dengan sebaik-baiknya sambil tetap merayu Allah dalam
sepertiga malam menengadah mesra bersamanya.
–Salim A. Fillah
–Salim A. Fillah
Kurang lebih seperti itu pembukaan
yang disampaikan oleh Ustadz Huda di acara Mentoring Akbar yang disampaikan
pada hari Sabtu lalu (05/05), di Masjid Mamba’ul Ulum, Universitas Tidar. Acara
yang dihadiri oleh mahasiswa aktif UKAI tahun 2016 ini berjalan dengan lancar
dan tertib.
Kenapa UKAI?
Kenapa memilih
UKAI?
Dalam buku “Art of Love”, -Seni
Mencintai-, manusia itu memiliki perasaan terasing. Kenapa terasing? Karena
pada hakikatnya tempat sejati manusia adalah di surga, sedangkan tempat
pengasingan manusia ada di bumi. Sehingga manusia adalah makhluk yang terasing.
Nah, kemudian bagaimana cara manusia
mengatasi keterasingan tersebut? Hal pertama yang dilakukan manusia adalah
selayaknya yang dilakukan oleh bangsa-bangsa primitive, yaitu mengkreasikan
hal-hal yang ada di sekitarnya. Misalnya, memanfaatkan dedaunan kering sebagai
baju, menciptakan tari-tarian berdasarkan suara hewan, dan lain sebagainya.
Kedua, bangsa modern, mereka berkumpul dan berkomunitas. Kedua hal ini
merupakan kebutuhan bangsa modern yang tidak dapat ditinggalkan. Misalnya,
seorang mahasiswa baru mengatasi rasa keterasingannya di dalam kampus baru
dengan cara mengikuti UKM yang diminatinya.
Menjawab
pertanyaan yang di atas.
11.
Kita
berada di UKAI apakah karena kita merasa
nyaman atau mudeng?
Rasa nyaman dan rasa
mudeng itu berbeda. Apabila di UKAI
karena merasa nyaman, maka hal itu adalah untuk mengatasi keterasingan yang
dimiliki oleh manusia. Tapi apabila di UKAI merasa mudeng, maka manusia telah mengetahui apa sebenarnya tujuan yang
hendak dicapai. Jawab sendiri ya, gaes...
22.
Insyaaallah,
dengan kita berada di UKAI, ini merupakan jalan yang menghantarkan kita pada
keselamatan. Kita tidak akan rugi ataupun menyesal karena ini merupakan jalan
yang menghantarkan kita pada surga-Nya.
Manusia
merupakan makhluk surga yang sedang diuji oleh Allah di dunia. Apabila tindakan
atau amal kita salah maka neraka adalah
tempat selanjutnya, tidak akan kembali pada rumah sebenarnya (surga).
Dalam surah
Al-Ashr dijelaskan;
-
Orang
yang beriman (mengimani rukun iman)
-
Amal
kesholihan
-
Saling
nasihat menasihati dalam kebenaran
-
Saling
nasihat menasihati dalam kesabaran
Point 1 dan 2 hanya bisa dipenuhi jika
manusia berkomunitas dengan komunitas orang-orang yang berada dalam jalan
kebaikan. Sedangkan poin 3 dan 4 dapat dipenuhi apabila bergabung dengan
komunitas para da’i.
Sarana
mentoring merupakan bagian dari manusia untuk berproses. Supaya manusia
melangkah menuju baik. Dalam menjalankan proses ini dibutuhkan sabar dalam hal
ketaatan dan sabar dalam hal menjauhi keburukan. Kebanyakan dari kita tidak mau
lagi untuk datang mentoring karena merasa telah melakukan banyak maksiat dan
merasa malu terhadap murobbinya. Hal ini salah, karena memang manusia adalah
tempatnya khilaf. Dengan cara datang ke forum mentoring kita akan mendapat
nasihat serta motivasi dari teman satu mentoring. Seseorang yang mendapat
nasihat hendaknya senang karena tidak perlu membayar untuk mendapatkan motivasi
serta merasa legowo karena masih ada yang mengingatkannya untuk kembali ke
jalan yang benar.
33.
Sibuk
dari pagi sampai pagi untuk membentuk karakter manusia menuju surga. Pada
hakikatnya dakwah merupakan ekspresi cinta yang benar kepada manusia.
Teori
yang benar mengenai cinta adalah “kesanggupan untuk memberi dan tidak meminta”.
Ekspresi cinta yang benar adalah;
-
Mencintai
diri sendiri à sholihkan dulu
diri sendiri
-
Mencintai
keluarga à sholihkan dulu
keluarga
-
Mencintai
teman à sholihkan dulu
teman
Pernah
memperhatikan ekspresi cinta seorang murobbi dengan mutarobbinya? Sebuah
perilaku yang cukup sederhana memang, menghidangkan setumpuk makanan ketika
proses mentoring sedang berlangsung. Tidak pernah terpikirkan bukan? Kita tidak
pernah tahu bagaimana kondisi keuangan murobbi kita, tapi selalu saja tersedia
makanan dalam lingkaran kecil yang setiap minggu kita hadiri.
44.
Dakwah
itu puncaknya ibadah. Puncaknya ibadah adalah mendakwahkan agama Allah. Manusia
tidak akan pernah mendapatkan komunitas terbaik selain dari komunitas para
da’i.
Sebuah
komunitas tidak akan lepas dari dua hal, yaitu konflik dan ketidaknyamanan.
Hanya kemudian bagaimana kita menyikapinya, jika kita keluar dari komunitas
tersebut maka hanya akan terlihat seperti anak kecil. Karena konflik akan
selalu ada pada setiap komunitas.
-
Dengan
bersama para da’i, konflik yang ada pasti akan terasa lebih indah dari konflik
yang lain.
-
Konflik
dengan du’at biasanya terletak pada masalah-masalah dalam hal kebaikan,
sama-sama baik, oleh karena itu sikap keluar dari komunitas tidak diperlukan.
-
Disetiap
komunitas manusia pasti dituntut oleh berkorban waktu, harga, dan tenaga. Tapi
yang membedakan dengan komunitas para da’i adalah Allah menjanjikan pahala yang
teramat banyak bagi kita.
55.
Karena
inilah bukti cinta kita pada Allah dan Rosul-Nya.
“Katakanlah
(Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu
dan mengampuni dosa-dosamu.”Allah Maha Pengampun, Maha Penyanyang.” (Ali-Imran ;
31)
Meniti
jalan dakwah berarti meniti jalan yang ditempuh oleh Rasulullah. Apa yang harus
diikuti dari Rasulullah? Yaitu mendakwahkan agama Allah di muka bumi ini. Da’i adalah orang yang mencurahkan
hidupnya hanya untuk agama Allah. Oleh karena itu kata dakwah tidak pernah
berdampingan dengan kata mudah dan nyaman.

0 comments: