Friday, 12 May 2017

Mainkan saja peranmu, Tugasmu hanya taat kan?

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika skripsi atau tesismu terbengkalai tersebab kamu mengurus amanah Allah yang akan menjadi bintang. Mainkan saja peranmu dan Allah akan tunjukkan jalan keluar yang spesial untukmu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan. Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika nyatanya kondisi memaksamu untukk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja peranmu, ya mainkan saja, sambil memikirkan cara agar waktu  bersamanya tetap berkualitas.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Maikan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridho Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah lebih tahu mana yang terbaik untukmu? Tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahan, langsung Allah beri anugrah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-baiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam menengadah mesra bersamanya.
 –Salim A. Fillah

            Kurang lebih seperti itu pembukaan yang disampaikan oleh Ustadz Huda di acara Mentoring Akbar yang disampaikan pada hari Sabtu lalu (05/05), di Masjid Mamba’ul Ulum, Universitas Tidar. Acara yang dihadiri oleh mahasiswa aktif UKAI tahun 2016 ini berjalan dengan lancar dan tertib.

Kenapa UKAI?
Kenapa memilih UKAI?

            Dalam buku “Art of Love”, -Seni Mencintai-, manusia itu memiliki perasaan terasing. Kenapa terasing? Karena pada hakikatnya tempat sejati manusia adalah di surga, sedangkan tempat pengasingan manusia ada di bumi. Sehingga manusia adalah makhluk yang terasing.
            Nah, kemudian bagaimana cara manusia mengatasi keterasingan tersebut? Hal pertama yang dilakukan manusia adalah selayaknya yang dilakukan oleh bangsa-bangsa primitive, yaitu mengkreasikan hal-hal yang ada di sekitarnya. Misalnya, memanfaatkan dedaunan kering sebagai baju, menciptakan tari-tarian berdasarkan suara hewan, dan lain sebagainya. Kedua, bangsa modern, mereka berkumpul dan berkomunitas. Kedua hal ini merupakan kebutuhan bangsa modern yang tidak dapat ditinggalkan. Misalnya, seorang mahasiswa baru mengatasi rasa keterasingannya di dalam kampus baru dengan cara mengikuti UKM yang diminatinya.

Menjawab pertanyaan yang di atas.
11.      Kita berada di UKAI apakah karena kita merasa  nyaman atau mudeng?
Rasa nyaman dan rasa mudeng itu berbeda. Apabila di UKAI karena merasa nyaman, maka hal itu adalah untuk mengatasi keterasingan yang dimiliki oleh manusia. Tapi apabila di UKAI merasa mudeng, maka manusia telah mengetahui apa sebenarnya tujuan yang hendak dicapai. Jawab sendiri ya, gaes...
22.      Insyaaallah, dengan kita berada di UKAI, ini merupakan jalan yang menghantarkan kita pada keselamatan. Kita tidak akan rugi ataupun menyesal karena ini merupakan jalan yang menghantarkan kita pada surga-Nya.
Manusia merupakan makhluk surga yang sedang diuji oleh Allah di dunia. Apabila tindakan atau amal kita salah maka neraka  adalah tempat selanjutnya, tidak akan kembali pada rumah sebenarnya (surga).
Dalam surah Al-Ashr dijelaskan;
-          Orang yang beriman (mengimani rukun iman)
-          Amal kesholihan
-          Saling nasihat menasihati dalam kebenaran
-          Saling nasihat menasihati dalam kesabaran
Point 1 dan 2 hanya bisa dipenuhi jika manusia berkomunitas dengan komunitas orang-orang yang berada dalam jalan kebaikan. Sedangkan poin 3 dan 4 dapat dipenuhi apabila bergabung dengan komunitas para da’i.
Sarana mentoring merupakan bagian dari manusia untuk berproses. Supaya manusia melangkah menuju baik. Dalam menjalankan proses ini dibutuhkan sabar dalam hal ketaatan dan sabar dalam hal menjauhi keburukan. Kebanyakan dari kita tidak mau lagi untuk datang mentoring karena merasa telah melakukan banyak maksiat dan merasa malu terhadap murobbinya. Hal ini salah, karena memang manusia adalah tempatnya khilaf. Dengan cara datang ke forum mentoring kita akan mendapat nasihat serta motivasi dari teman satu mentoring. Seseorang yang mendapat nasihat hendaknya senang karena tidak perlu membayar untuk mendapatkan motivasi serta merasa legowo karena masih ada yang mengingatkannya untuk kembali ke jalan yang benar.

33.      Sibuk dari pagi sampai pagi untuk membentuk karakter manusia menuju surga. Pada hakikatnya dakwah merupakan ekspresi cinta yang benar kepada manusia.
Teori yang benar mengenai cinta adalah “kesanggupan untuk memberi dan tidak meminta”. Ekspresi cinta yang benar adalah;
-          Mencintai diri sendiri à sholihkan dulu diri sendiri
-          Mencintai keluarga à sholihkan dulu keluarga
-          Mencintai teman à sholihkan dulu teman
Pernah memperhatikan ekspresi cinta seorang murobbi dengan mutarobbinya? Sebuah perilaku yang cukup sederhana memang, menghidangkan setumpuk makanan ketika proses mentoring sedang berlangsung. Tidak pernah terpikirkan bukan? Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi keuangan murobbi kita, tapi selalu saja tersedia makanan dalam lingkaran kecil yang setiap minggu kita hadiri.

44.      Dakwah itu puncaknya ibadah. Puncaknya ibadah adalah mendakwahkan agama Allah. Manusia tidak akan pernah mendapatkan komunitas terbaik selain dari komunitas para da’i.
Sebuah komunitas tidak akan lepas dari dua hal, yaitu konflik dan ketidaknyamanan. Hanya kemudian bagaimana kita menyikapinya, jika kita keluar dari komunitas tersebut maka hanya akan terlihat seperti anak kecil. Karena konflik akan selalu ada pada setiap komunitas.
-          Dengan bersama para da’i, konflik yang ada pasti akan terasa lebih indah dari konflik yang lain.
-          Konflik dengan du’at biasanya terletak pada masalah-masalah dalam hal kebaikan, sama-sama baik, oleh karena itu sikap keluar dari komunitas tidak diperlukan.
-          Disetiap komunitas manusia pasti dituntut oleh berkorban waktu, harga, dan tenaga. Tapi yang membedakan dengan komunitas para da’i adalah Allah menjanjikan pahala yang teramat banyak bagi kita.

55.      Karena inilah bukti cinta kita pada Allah dan Rosul-Nya.
“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.”Allah Maha Pengampun, Maha Penyanyang.” (Ali-Imran ; 31)
Meniti jalan dakwah berarti meniti jalan yang ditempuh oleh Rasulullah. Apa yang harus diikuti dari Rasulullah? Yaitu mendakwahkan agama Allah di muka  bumi ini. Da’i adalah orang yang mencurahkan hidupnya hanya untuk agama Allah. Oleh karena itu kata dakwah tidak pernah berdampingan dengan kata mudah dan nyaman.



SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments: