Sunday, 28 May 2017

Ma'rifatul Rasul

Ma'rifatul Rasul


Manusia sangat membutuhkan adanya seorang Rosul, karena secara fitrah, manusia selalu ingin tahu keberadaan sang pencipta, selalu menginginkan untuk dapat mengabdi secara benar kepada sang pencipta (Alloh SWT), dan selalu menginginkan kehidupan yang teratur.
Untuk bisa mengetahui secara benar tentang keberadaan Alloh, bagaimana cara melakukan pengabdian kepada-Nya, dan bagaimana bisa memahami aturan main hidup yang dibuat oleh Alloh SWT sebagai pencipta yang akan menjadikan kehidupan manusia menjadi teratur, semuanya itu hanya bisa diperoleh melalui penjelasan atau petunjuk dari seorang Rosul. Maka keberadaan seorang Rosul menjadi sangat dibutuhkan oleh manusia.
Ma’rifatul Rosul ini membincangkan bagaimana mengenal Rosul, apa saja yang perlu dikenal dari Rosul     dan bagaimana pula kita mengamalkan Islam melalui petunjuk Rosul. Yang penting dari paket ini adalah kita   mengetahui, memahami, dan dapat mengamalkan Sunnah Nabi dan menjalankan Ibadah dengan baik.
Mengenal Rosul tidak saja dalam bentuk fisikal atau penampilannya tetapi segala aspek syari berupa sunnah yang didedahkan Nabi kepada kita sama ada tingkah laku, perkataan ataupun sikap. Pengenalan kepada Rosul dapat dilihat melalui syirah nabi yang menggambarkan kehidupan Nabi serta latar belakangnya seperti nasab. Kemudian melalui sunnah dan dakwah Nabi pun dapat memberikan penjelasan siapa Nabi sebenarnya.
Dengan mengenal Rosul diharapkan kita dapat mencintai Rosul dan mengikutinya, perkara ini sebagai cara bagaimana kita taat dan mencintai Alloh SWT. Oleh karena itu mengenal Rosul tidak saja dari segi jasad, nasab, dan latar belakangnya, tetapi bagaimana beliau beribadah dan beramal soleh. Setengah masyarakat mengetahui dan mengamalkan sunnah Nabi dari segi ibadah saja bahkan dari segi penampilan saja. Sangat jarang muslim yang mengambil contoh kehidupan Nabi secara keseluruhannya sebagai contoh, misalnya peranan Nabi dari segi politik, pemimpin, penjaga, dan juga Nabi sebagai suami, ayah, dan ahli di masyarakat. Semua Peranan Nabi ini perlu dicontoh dan diikuti sehingga kita dapat mengamalkan Islam secara sempurna dan menyeluruh. Walaupun demikian, umat Islam masih menjadikan Nabi sebagai Rosul adalah dari segi lafaz atau kebiasaan umat Islam bersalawat ke atas Nabi. Bagaimana pun umat lslam yang sholat akan selalu bersalawat ke atas Nabi dan selalu menyebutnya.
Pengenalan kepada Rosul juga pengenalan kepada Alloh dan Islam. Memahami Rosul secara komprehensif adalah cara yang tepat dalam mengenal Islam yang juga komprehensif Rosul dikenal sebagai pribadi teladan dan unggul dan lelaki terpilih di antara manusia yang sangat layak dijadikan model bagi setiap muslim. Berarti Nabi adalah ikutan bagi setiap tingkah laku, perkataan, dan sikap yang disunnahkannya.
Setiap manusia diciptakan oleh Alloh SWT dengan fitrah, di mana manusia bersih, suci, dan mempunyai kecenderungan yang baik dan ke arah positif yaitu ke arah lslam. Fitrah manusia di antaranya adalah mengakui kewujudan Alloh sebagai pencipta, keinginan untuk beribadah, dan menghendaki kehidupan yang teratur. Fitrah demikian perlu diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari melalui petunjuk Al Quran (Firman-firman dan panduan dari Alloh SWT) dan panduan Sunnah (Sabda Nabi dan perbuatannya). Semua panduaan ini memerlukan petunjuk dan Rosul khususnya dalam mengenal pencipta dan sebagai panduan kehidupan manusia. Dengan cara mengikuti panduan Rosul kita akan mendapati ibadah yang sohih.

       Pentingnya Iman Kepada Rosul

Iman kepada para Rosul adalah salah satu rukun iman. Seseorang tidak dianggap muslim dan mukmin kecuali ia beriman bahwa Alloh mengutus para Rosul yang menginterprestasikan hakikat yang sebenarnya dari agama islam yaitu Tauhidullah. Juga tidak dianggap beriman atau muslim kecuali kepada seluruh Rosul dan tidak membedakan antara satu dengan yang lainnya.

      Tugas Para Rosul

Tugas-tugas Rosul Alloh SWT:
Rosul diutus oleh Alloh SWT dengan mengemban tugas-tugas yang sangat mulia. Adapun tugas-tugas Rosul adalah sebagai berikut.

1.   Rosul membimbing umatnya menuju jalan yang benar agar mendapat kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.
2.   Semua Rosul menyampaikan ajaran tauhid, yakni mengesakan Alloh SWT. Adapun peraturan agama (syariat) yang dibawa mereka berbeda-beda sesuai dengan situasi dan kondisi umatnya saat itu.
3.   Kehadiran Rosul untuk membawa kebenaran, kabar gembira, dan memberi peringatan kepada umatnya agar mereka menjadi umat yang beriman kepada Alloh SWT. Dengan demikian, mereka akan hidup bahagia baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Firman Alloh SWT:
Artinya:
“Para Rosul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (Q.S. Al-An'am: 48)

       Sifat Rosul
Berikut adalah sifat Rosul:
1.   Jujur
Hadits Rosululloh: “Sesungguhnya kejujuran itu akan mengantarkan kepada kebajikan dan sesungguhnya kebijakan itu akan mengantarkan ke surga. Dan seseorang senatiasa berkata benar dan jujur hingga tercatat di sisi Alloh sebagai orang yang benar dan jujur. Dan sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan, yang akhirnya akan mengantarkan ke dalam neraka. Dan seseorang senantiasa berdusta hingga dicatat di sisi Alloh sebagai pendusta.” (H.R. Bukhori—Muslim);
2.   Siddiq, artinya benar, mustahil bersifat kizib, arinya bohong atau dusta;
3.   Amanah, artinya dapat dipercaya;
4.   Tabligh, artinya menyampaikan;
5.   Fathanah, artinya cerdas;
6.   Dermawan, “Tidaklah seorang hamba berada pada suatu pagi kecuali dua malaikat turun menemaninya.  Satu malaikat berkata: Ya Alloh berilah kanuniaMu, sebagai ganti apa yang ia infakkan. Malaikat lainnya berkata: Ya Alloh, berilah ia kebinasaan karena telah mempertahankan hartanya yang tidak dinafkahkannya.“ (H.R. Muttafaq’alaih);
7.   Malu.

       Jumlah Nabi dan Rosul

Berdasarkan hadits yang shohih,  jumlah Nabi adalah 124 ribu, sedangkan jumlah Rosul adalah 315 orang. Syaikh al-Albany menjelaskan bahwa hadits yang menunjukkan jumlah Rosul tersebut shahih li dzaatihi (tanpa penguat dari jalur lain), sedangkan hadits yang menunjukkan jumlah Nabi adalah shohih li ghoirihi (masing-masing jalur memiliki kelemahan, namun jika dipadukan menjadi shahih).

Hadits tentang jumlah Rosul:
Adam adalah Nabi yang diajak bicara. Antara ia dengan Nuh terdapat 10 abad. Jumlah Rasul adalah 315 orang (H.R Abu Ja’far ar-Rozzaaz dan selainnya, dishahihkan Syaikh al-Albany dalam Silsilah al-Ahaadiits as-Shohiihah).
Yang wajib diimani oleh umat Muslim ada 25 orang Nabi, yang mereka di antaranya:
1. Adam                                                              14.       Musa
2. Idris                                                                15.       Harun
3. Nuh                                                                 16.       Zulkifli
4. Hud                                                                 17.       Daud
5. Shalih                                                              18.       Sulaiman
6. Ibrahim                                                            19.       Ilyas
7. Luth                                                                 20.       Ilyasa
8. Ismail                                                               21.       Yusuf
9. Ishaq                                                                22.       Zakaria
10.Ya'kub                                                             23.       Yahya
11.Yusuf                                                               24.       Isa
12.Ayyub                                                              25.       Muhammad SAW
13.Syu'aib

Di dalam Al Quran, juga disebutkan beberapa identitas lainnya, namun tidak ada dasar/petunjuk sehingga mereka dapat dikatakan sebagai nabi. Begitu pula sekali pun Al Quran menyebutkan istilah "nabi-nabi" atau "para nabi", namun tidak disebutkan jelas identitas orang yang dimaksud.

Di antara sejumlah Nabi dan Rosul ada lima orang yang dikenal memilliki kesabaran dan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi penderitaan dan gangguan untuk menjalankan tugasnya. Kelimanya disebut sebagai Rosul ulul azmi.

Nama Nama Rosul Alloh mendapat julukan Ulul Azmi:
1.     Nuh a.s.,
2.     Ibrahim a.s.,
3.     Musa a.s.,
4.     Isa a.s.,
5.     Muhammad saw.

       Keteladanan Sifat Rosululloh
Banyak sekali keteladan yang ada pada diri Rosululloh yang dapat kita teladani dalam kehidupan sehari hari. Di antaranya iman dan takwanya yang kuat dalam kondisi apa pun para Rosul tetap teguh dan tabah dalam menjalankan ajaran-ajaran Alloh, akhlaknya yang mulia, terpuji selalu menjaga diri dari perbuatan maksiat dan dosa. Sebagai serorang muslim sudah sepantasnya kita meneladani sifat-sifat Rosululloh karena semua yang diajarkan Rosululloh mengandung kemaslahatan bagi kita semua baik di dunia maupun di akhirat.

       Kewajiban kita kepada Rosululloh
1)     Membenarkan apa yang disampaikannya Apa yang beliau katakan bukanlah hawa nafsunya, melainkan wahyu Alloh. Maka seorang muslim wajib membenarkan apa yang beliau sampaikan itu.
2)     Mentaati perintahnya, apa yang diperintahkan Alloh dan Rosul-Nya dilaksanakan semaksimal kemampuan kita.
3)     Menjauhi apa yang dilarangnya.
4)     Tidak beribadah kecuali dengan apa yang disyariatkannya .
5)     Mengimaninya. Beriman kepada Alloh berarti harus beriman kepada Rosul.
6)     Mencintainya. Lebih mencintai Alloh dan Rosul-Nya disbanding cinta kepada yang lain bahkan kepada dirinya sendiri adalah tanda kesempurnaan iman.
7)     Mengagungkannya. Sudah semestinya beliau diagungkan karena kemuliaannya. Namun pengagungan ini tidak boleh sampai mengkultuskannya.
8)     Menolong dan membelanya.
9)     Mencintai para pecintanya.
10) Menghidupkan sunnahnya. Baik dalam ibadah umum maupun khusus yang diajarkan beliau, hendaknya dihidupkan dan dibudayakan agar hidup kita diberkahi Alloh.
11) Memperbanyak shalawat kepadanya. Tanda cinta dan bangga kepada Rosululloh antara lain dibuktikan dengan memperbanyak shalawat atas beliau. Bahkan ketika kita mendengar nama beliau disebut kita mestimenyahutnya dengan bacaan shalawat.
12) Mengikuti manhajnya. Ajaran beliau adalah bagian dari sistem Islam untuk mengatur segala aspek kehidupan.
13) Mewarisi risalahnya. Mewarisi risalahnyaadalah dengan menjaga, membela, dan memperjuangkan risalah beliau.


Kajian Kamis Sore
Pemateri   : Ustadz Miftahul Huda
Tanggal     : Kamis, 27 Mei 2017
Jam           : 15.30 WIB
Tempat     : Masjid Mamba'ul Ulum Untidar

Friday, 12 May 2017

Mainkan saja peranmu, Tugasmu hanya taat kan?

Mainkan saja peranmu, Tugasmu hanya taat kan?

Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika skripsi atau tesismu terbengkalai tersebab kamu mengurus amanah Allah yang akan menjadi bintang. Mainkan saja peranmu dan Allah akan tunjukkan jalan keluar yang spesial untukmu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan. Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika nyatanya kondisi memaksamu untukk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja peranmu, ya mainkan saja, sambil memikirkan cara agar waktu  bersamanya tetap berkualitas.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Maikan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridho Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah lebih tahu mana yang terbaik untukmu? Tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?
Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahan, langsung Allah beri anugrah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-baiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam menengadah mesra bersamanya.
 –Salim A. Fillah

            Kurang lebih seperti itu pembukaan yang disampaikan oleh Ustadz Huda di acara Mentoring Akbar yang disampaikan pada hari Sabtu lalu (05/05), di Masjid Mamba’ul Ulum, Universitas Tidar. Acara yang dihadiri oleh mahasiswa aktif UKAI tahun 2016 ini berjalan dengan lancar dan tertib.

Kenapa UKAI?
Kenapa memilih UKAI?

            Dalam buku “Art of Love”, -Seni Mencintai-, manusia itu memiliki perasaan terasing. Kenapa terasing? Karena pada hakikatnya tempat sejati manusia adalah di surga, sedangkan tempat pengasingan manusia ada di bumi. Sehingga manusia adalah makhluk yang terasing.
            Nah, kemudian bagaimana cara manusia mengatasi keterasingan tersebut? Hal pertama yang dilakukan manusia adalah selayaknya yang dilakukan oleh bangsa-bangsa primitive, yaitu mengkreasikan hal-hal yang ada di sekitarnya. Misalnya, memanfaatkan dedaunan kering sebagai baju, menciptakan tari-tarian berdasarkan suara hewan, dan lain sebagainya. Kedua, bangsa modern, mereka berkumpul dan berkomunitas. Kedua hal ini merupakan kebutuhan bangsa modern yang tidak dapat ditinggalkan. Misalnya, seorang mahasiswa baru mengatasi rasa keterasingannya di dalam kampus baru dengan cara mengikuti UKM yang diminatinya.

Menjawab pertanyaan yang di atas.
11.      Kita berada di UKAI apakah karena kita merasa  nyaman atau mudeng?
Rasa nyaman dan rasa mudeng itu berbeda. Apabila di UKAI karena merasa nyaman, maka hal itu adalah untuk mengatasi keterasingan yang dimiliki oleh manusia. Tapi apabila di UKAI merasa mudeng, maka manusia telah mengetahui apa sebenarnya tujuan yang hendak dicapai. Jawab sendiri ya, gaes...
22.      Insyaaallah, dengan kita berada di UKAI, ini merupakan jalan yang menghantarkan kita pada keselamatan. Kita tidak akan rugi ataupun menyesal karena ini merupakan jalan yang menghantarkan kita pada surga-Nya.
Manusia merupakan makhluk surga yang sedang diuji oleh Allah di dunia. Apabila tindakan atau amal kita salah maka neraka  adalah tempat selanjutnya, tidak akan kembali pada rumah sebenarnya (surga).
Dalam surah Al-Ashr dijelaskan;
-          Orang yang beriman (mengimani rukun iman)
-          Amal kesholihan
-          Saling nasihat menasihati dalam kebenaran
-          Saling nasihat menasihati dalam kesabaran
Point 1 dan 2 hanya bisa dipenuhi jika manusia berkomunitas dengan komunitas orang-orang yang berada dalam jalan kebaikan. Sedangkan poin 3 dan 4 dapat dipenuhi apabila bergabung dengan komunitas para da’i.
Sarana mentoring merupakan bagian dari manusia untuk berproses. Supaya manusia melangkah menuju baik. Dalam menjalankan proses ini dibutuhkan sabar dalam hal ketaatan dan sabar dalam hal menjauhi keburukan. Kebanyakan dari kita tidak mau lagi untuk datang mentoring karena merasa telah melakukan banyak maksiat dan merasa malu terhadap murobbinya. Hal ini salah, karena memang manusia adalah tempatnya khilaf. Dengan cara datang ke forum mentoring kita akan mendapat nasihat serta motivasi dari teman satu mentoring. Seseorang yang mendapat nasihat hendaknya senang karena tidak perlu membayar untuk mendapatkan motivasi serta merasa legowo karena masih ada yang mengingatkannya untuk kembali ke jalan yang benar.

33.      Sibuk dari pagi sampai pagi untuk membentuk karakter manusia menuju surga. Pada hakikatnya dakwah merupakan ekspresi cinta yang benar kepada manusia.
Teori yang benar mengenai cinta adalah “kesanggupan untuk memberi dan tidak meminta”. Ekspresi cinta yang benar adalah;
-          Mencintai diri sendiri à sholihkan dulu diri sendiri
-          Mencintai keluarga à sholihkan dulu keluarga
-          Mencintai teman à sholihkan dulu teman
Pernah memperhatikan ekspresi cinta seorang murobbi dengan mutarobbinya? Sebuah perilaku yang cukup sederhana memang, menghidangkan setumpuk makanan ketika proses mentoring sedang berlangsung. Tidak pernah terpikirkan bukan? Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi keuangan murobbi kita, tapi selalu saja tersedia makanan dalam lingkaran kecil yang setiap minggu kita hadiri.

44.      Dakwah itu puncaknya ibadah. Puncaknya ibadah adalah mendakwahkan agama Allah. Manusia tidak akan pernah mendapatkan komunitas terbaik selain dari komunitas para da’i.
Sebuah komunitas tidak akan lepas dari dua hal, yaitu konflik dan ketidaknyamanan. Hanya kemudian bagaimana kita menyikapinya, jika kita keluar dari komunitas tersebut maka hanya akan terlihat seperti anak kecil. Karena konflik akan selalu ada pada setiap komunitas.
-          Dengan bersama para da’i, konflik yang ada pasti akan terasa lebih indah dari konflik yang lain.
-          Konflik dengan du’at biasanya terletak pada masalah-masalah dalam hal kebaikan, sama-sama baik, oleh karena itu sikap keluar dari komunitas tidak diperlukan.
-          Disetiap komunitas manusia pasti dituntut oleh berkorban waktu, harga, dan tenaga. Tapi yang membedakan dengan komunitas para da’i adalah Allah menjanjikan pahala yang teramat banyak bagi kita.

55.      Karena inilah bukti cinta kita pada Allah dan Rosul-Nya.
“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.”Allah Maha Pengampun, Maha Penyanyang.” (Ali-Imran ; 31)
Meniti jalan dakwah berarti meniti jalan yang ditempuh oleh Rasulullah. Apa yang harus diikuti dari Rasulullah? Yaitu mendakwahkan agama Allah di muka  bumi ini. Da’i adalah orang yang mencurahkan hidupnya hanya untuk agama Allah. Oleh karena itu kata dakwah tidak pernah berdampingan dengan kata mudah dan nyaman.


Monday, 8 May 2017

20 Peserta Ikuti Arabic Student’s Club (ASC)

20 Peserta Ikuti Arabic Student’s Club (ASC)


Magelang - Sebanyak 20 peserta mengikuti Arbic Student's Club (ASC) yang diselenggarakan oleh Departemen AKPRO UKAI Ar-Ribath di ruang J12 gedung FISIPOL Universitas Tidar minggu siang (7/5). 

Kegiatan yang diikuti oleh 12 peserta laki-laki dan 8 peserta perempuan ini berjalan lancar meski harus mengalami keterlambatan 30 menit.

Kegiatan ASC pekan ini merupakan kali kedua diselenggarakan oleh UKAI Ar-Ribath khususnya Departemen AKPRO setelah sebelumnya kegiatan serupa sukses diselenggarakan 8 April lalu.

ASC atau Arabic Student's Club sendiri merupakan club pelatihan bahasa Arab yang bisa diikuti oleh mahasiswa, dosen, masyarakat umum, dan khususnya kader UKAI yang ingin belajar bahasa Arab agar mampu berkomunikasi dan menguasai bahasa Arab untuk mentadaburi Al-Quran.

Dikonfirmasi via Whatsapp ketua panitia ASC Eka berharap ASC dapat berkembang pesat dan bermanfaat untuk siapapun yang mengikutinya khususnya kader UKAI sebagai kader dakwah yang memerlukan penguasaan bahasa Arab untuk mengkaji Al-Quran. (II)

Sunday, 7 May 2017